Distinguished Trilogy #1: Man’s Defender

Kamu suka baca buku? Pernah gak ngalamin kekecewaan pas nonton film yang diangkat dari sebuah buku karena ternyata gak sesuai sama apa yang sudah dibayangkan. Hmmm.. Kalau aku sendiri sih agak jarang ngalamin kekecewaan itu. Kenapa? Soalnya otak aku agak jarang sih ngebayangin secara gamblang apa yang aku baca. Jadi pas nonton film ya gitu aja deh. Hahahahahah..

Nah berangkat dari hal diatas, sekarang di Indonesia sudah hadir loh buku pertama di dunia yang menggabungkan antara buku dan virtual reality. Jadi suasana yang digambarkan di buku, nantinya bisa langsung kamu lihat dan rasakan di virtual reality. Hmmm.. Sounds interesting ..

Dengan buku VR ini, diharapkan pembaca dan pengarang dapat menyamakan imajinasi mereka mengenai dunia dalam novel. Namun disatu sisi, pembaca tetap akan dibiarkan berimajinasi, dan aplikasi VR yang mendampingi novel Man’s Defender ini akan berfungsi layaknya sebuah referensi. Yang disamakan di VR ini adalah theatre of mind antara penulis dan pembaca saja. Dan supaya pembaca tetap dapat berimajinasi, tidak semua isinya akan di tuangkan ke dalam VR. Selain itu, kita juga bisa memilih akan dibacakan narasinya atau baca sendiri.

Demo virtual reality

Untuk menggambarkan situasi di VR, penulis bekerja sama dengan Bobby Arthawan dan Steve Makalew dari Bilcom sebagai pengembang aplikasi dan Henky Christianto dari 360 Indonesia sebagai penyedia konten dalam menciptakan konsep VR book.

Nah sekarang mengenai ceritanya ya. Buku Man’s Defender Distinguished Trilogy#1 ini adalah seri pertama dari tiga buku trilogy yang akan di terbitkan. Penulis buku ini adalah Maisie Junardy dan Donna Widjajanto.

Buku ini bercerita tentang seorang  remaja bernama Alex Rosetti yang merasa kehilangan jati diri karena selalu hidup berpindah-pindah dan merasa tidak memiliki akar budaya. Bersama dengan sebuah avatar bernama Viska, dia akan diajak untuk mengenali kebudayaan dari berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Pembaca akan diajak bertualang  bersama Alex dan Viska dari satu Negara ke Negara lain sekaligus belajar mengenai budaya di Negara tersebut. Baik dari kebiasaan, tradisi, hingga pakaian dan tarian tradisionalnya. Salah satunya adalah tarian massal Haka dari orang Maori di New Zealand.

Menurut saya, buku ini cukup menarik. Terutama karena sarat akan pengetahuan budaya di Negara lain yang cukup menarik untuk diketahui. Jadi penasaran sama versi VRnya.

Kamu tertarik?

Saat ini, novel Man’s Defender sudah tersedia dalam bahasa Indonesia di aplikasi Scoop. Untuk versi cetak dan aplikasi VR dari novel ini direncanakan akan diterbitkan pada bulan Maret 2017 mendatang. Aplikasi VR dari novel in nantinyai akan dapat digunakan baik pada perangkat Android ataupun iOS. Tentunya perangkatnya harus dilengkapi dengan giroskop dan sensor gerak supaya bisa berfungsi dengan baik.

Ah jadi gak sabar pengen buruan nyobain versi VRnya. 🙂

 

Untuk info lebih lanjut bisa buka aja www.distinguished-trilogy.com ya.

 

See you on the next post. 🙂

All picture is taken by me unless stated below the picture.

DO NOT COPY AND PASTE THE CONTENT, INCLUDE THE PHOTOS WITHOUT PERMISSION


Copyright of rachanlie.com

Comments

  1. Lisna says:

    makin canggih ajaaa.. Jadi ngga cuma baca buku yah, tapi juga ada VRnya. Kereen..

  2. Lidha Maul says:

    Asli gak ngira bahas begini, ini sih canggih bener namanya. Iya, saya termasuk yang sering kecewa dnegan penampakan imajinasi buku di layar, tapi ada benernya juga. Antara buku dan film memang nggak bisa mirip total.
    Nah, setelah bisa menerima kenyataan perbedaan antara film dan buku, eh sekarang dihadapkan pada teknologi VR yang udah hadir di Indonesia. Kayaknya pengen kepo lebih dalem lagi. Iya mba Mir, sounds interesting

  3. Huaaa menarik ya cara menikmati bukunya. Aku belum install aplikasi scoop sih karena lebih suka membaca buku secara konvesional.

  4. Tanti Amelia says:

    Duh aku pingin yang nuansa doodle ada gak ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *